Tanggal 7 – 12 februari kemarin kami sebagai angkatan tahun 2009 atau smester 5 Fakultas Bahasa Universitas Islam Sultan Agung Semarang Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris mengadakan study tour atau sering juga disebut dengan KKL ( Kuliah Kerja Lapangan ) ke pulau dewata Bali.
Di hari pertama atau tepatnya tanggal 7 februari pagi kami berkumpul di depan rektorat UNISSULA untuk persiapan keberangkatan kami menuju Bali. Tepat pukul jam 08.00 kami siap untuk meninggalkan kota Semarang menuju Bali. Kami menggunakan Sultan Agung Tour and Travel sebagai jasa travel kami untuk KKL. Kondisi bus yang begitu elok dan nyaman membuat perjalanan kami cukup nyaman. Walaupun ditengah perjalanan salah satu teman kami mengalami keletihan dan sakit, maka dia harus atau butuh perawatan dan panitia memutuskan untuk menurunkannya di kota Rembang untuk sementara waktu beristirahat dirumah salah satu teman kami sembari menunggu jemputan dari kakaknya. Kami dengan terpaksa harus meninggalkannya disana. Selang beberapa saat kami sampai di kota Tuban untuk sejenak istirahat dan makan siang di rumah makan di sekitar kota Tuban. Tak lupa kami juga melakukan sholat jama’ dzuhur dan Azhar.
Tak terasa, setelah kami meninggalkan kota Tuban kami sudah sampai di Kota Probolinggo untuk melakukan makan malam dan tentunya sholat jama’ Maghrib dan Isya’. Lalu kami melanjutkan perjalanan ke pelabuhan Ketapang Banyuwangi. Tepat pukul 02.30 wib kami sampai ke pelabuhan Ketapang dan lagnsung melanjutkan menyeberang ke pelabuhan Gilimanuk Bali. Akhirnya kami sampai di Bali dan langsung melangsungkan sholat subuh di Gilimanuk.
Hampir 3 jam dari Gilimanuk kami sampai di Soka untuk mandi, makan dan persiapan menuju ke Pusat Pengembangan Bahasa Denpasar Bali. Namun sebelum kami ke Denpasar, Tour Leader kami menjemput Guide Mbli Candra untuk menerangkan tempat – tempat wisata, kebudayaaan, adat – istiadat dan kegiatan apa saja yang dilakukan oleh masyarakat Bali. Setelah selang beberapa jam kami akhirnya sampai ke tujuan study kami di Pusat Pengembangan Bahasa Bali untuk melangsungkan seminar tentang perkembangan bahasa Indonesia di Bali. Penjelasan yang begitu menarik dan cukup jelas disampaikan oleh ketua Balai Pusat Pengembangan bahasa Bapak Mudjito, membuat kami cukup jelas tentang bagaimana perkembangan bahasa Indonesia di Bali. Walaupun masih banyak pertanyaan yang masih terngiang di benak kami. Sesudah kami selesai melakukan seminar kami langsung melanjutkan perjalanan kami menuju ke Hawaii untuk melaksanakan sholat Dzuhur dan Azhar juga untuk makan siang. Ketika kami selesai melakukan istirahat sejenak untuk makan dan sholat di Hawaii, kami langsung melanjutkan kegiatan kami ke pantai yang cukup terkenal di Bali yaitu pantai Kuta. Disana kami bercengkrama ria dengan teman – teman sembari menghilangkan ke penatan sejenak dengan melihat sunset dan bermain air.
Menjelang malam kami segera melanjutkan perjalanan menuju hotel Made Bali tempat dimana kami akan beristarahat selama di Bali. hotel yang cukup nyaman dan elok itu sudah begitu cukup bagi kami untuk melepas kelelahan kami selepas melalui perjalanan yang cukup jauh.
Keesokan harinya kami bersiap – siap untuk melanjutkan kegiatan kami di pulau Dewata, setelah makan pagi tentunya. Hari kedua ini kami melihat pertunjukkan tari Barong yang begitu elok nan penuh dengan filosofi kehiduapan dan fantasi manusia. Barong yang merupakan kekuatan putih melawan kekuatan hitam. Dimana kekuatan tersebut tidak ada yang menang dan kalah semuanya berakhir berimbang. Setelah kami disuguhkan tarian yang sungguh menakjubkan kami langsung melanjutkan ke Cah Ayu untuk mengikuti seminar tentang entrepreneurship dari pemilik bapak Robani yang juga pemilik dari toko oleh – oleh Cah Ayu. Pak Robani bercerita tentang bagaimana perjuangannya untuk lepas dari keterpurukan dan jurang kemiskinan yang beliau hadapi dalam menuju kesuksessannya. Beliau memberikan semacam semangat bagi kita kaum yang beruntung karena bisa menjadi mahasiswa dan sebagai seorang mahasiswa yang baik beliau mengatakan kepada kita untuk berani membuka usaha dan peluang walau peluang untuk sukses itu kecil. Beliau mendorong untuk yakin dalam menjalankan usaha dan mengedepankan kerja keras maka usaha yang akan kita arungi akan berjalan dengan sukses. Kami mendapatkan kesempatan berfoto setelah seminar dengan bapak Robani dan sekaligus mendapatkan sertifikat seminar dari Cah Ayu. Setelah banyak mendaptkan berbagai macam ilmu untuk wirausaha kami langsung melanjutkan perjalanan ke Uluwatu untuk melihat eloknya pemandangan laut selatan dari tebing yang curam.
Malamnya kami langsung menuju hotel untuk beristirahat, saya sempat mengalami kelelahan yang cukup membuat kepala pening, karena mendadak saya terserang flu dan batuk. Sekita itu pula saya langsung istirahat agar cukup kuat cuntuk melakukan perjalanan pulang ke Jawa esoknya.
Hari terakhir walaupun dengan badan yang tak begitu fit saya terpaksa harus dan wajib untuk mengikuti kegiatan terakhir di Bali. pun juga karena hari terakhir ini kami hanya ada kegiatan belanja dan pariwisata saja ke Pura Sangeh, Joger dan Bedugul. Kami menghabiskan banyak waktu di Joger dan Bedugul karena mungkin ini adalah hri terakhir. Kami dengan puas memilih dan membeli pakaian dll. Serta menikmati ke elokan danau Bedugul walau keadaan disana sedang hujan cukup deras.
Akhirnya kami harus meninggalkan Bali di hari terakhir ini, dengan berat hati namun juga mebawa beberapa ilmu yang sudah kami dapatkan disana. Bali memang sungguh elok nan indah yang dimiliki oleh Indonesia.